KAUMY DKI

UMY Sumbangkan 13 Dokter Gigi Baru

dokter gigi umy 2


Sabtu, 04 Januari 2014 17:41 wib

Margaret Puspitarini – Okezone

JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyumbangkan lulusan terbaik dalam bidang Kedokteran Gigi. Kali ini, sebanyak 13 calon dokter gigi ikuti proses pelantikan dan pengambilan sumpah dokter gigi.

Sejak berdirinya jurusan Dokter Gigi UMY pada 2004, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY telah meluluskan 190 Dokter Gigi yang tersebar ke seluruh Indonesia. Pada angkatan 13 ini, dua mahasiswa dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Mereka adalah Muhammat Muchtar Safaat Abdurrohman dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,50 dan Mutiara Trisna Candra Sari dengan IPK 3,48.

Dalam sambutannya, Dekan FKIK UMY Ardi Pramono mengungkap, profesi dokter gigi yang diraih oleh lulusan UMY haruslah menjunjung tinggi kode etik kedokteran dan memberikan manfaat pada masyarakat. “Apa yang dipelajari di kampus hendaknya diterapkan dengan baik di masyarakat. Serta buktikan bahwa lulusan UMY itu unggul dan Islami,” imbuh Ardi, seperti dinukil dari situs UMY, Sabtu (4/1/2014).

Dia menyebut, sistem pendidikan yang ada di Kedokteran UMY merupakan sistem holistik dan komprehensif. Sehingga FKIK UMY menjadi salah satu percontohan di Indonesia. Sebab, tidak di semua Fakultas Kedokteran di Indonesia menerapkan sistem tersebut.

“Hal ini dapat terbukti dengan banyaknya study banding yang kita terima di FKIK UMY. Untuk itu, lulusan FKIK UMY harus lebih dalam penerapan ilmu nantinya,” urainya.

Ardi mengungkap, dulu dalam pengobatan sakit gigi langsung dicabut oleh dokter gigi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Akan tetapi beriringan dengan majunya teknologi, dokter gigi tidak mencabut keakarnya, tapi mempertahankan akar dan mengganti mahkota gigi.

“Seiring berkembangnya teknologi, maka jangan puas dengan apa yang didapat selama kuliah. Tapi terus belajar dan dalami ilmu kedokteran gigi tersebut,” pesan Ardi.

Pendapat serupa turut disampaikan Wakil Rektor III UMY Sri Atmaja P Rosyidi. Walaupun sudah mendapat gelar dokter gigi, kata Sri, sebagai manusia yang memberikan manfaat, tidak ada kata henti dan lelah untuk belajar.

“Dengan semangat memberikan terbaik pada lingkungan, sudah jelas kita akan mendapatkan banyak masalah. Untuk itu, jangan pernah merasa lelah untuk belajar. Sehingga masalah yang baru menjadi pelajaran dan kita dapat memberikan solusinya,” imbuh Sri.

Pada kesempatan tersebut, Sri juga menyampaikan pesan yang dikutipnya dari KH. Ahmad Dahlan. Pesan tersebut berbunyi, hidup-hidupilah Muhammadiyah, demi tercapainya kebaikan bagi umat manusia serta bangsa.

“Di mana pun kalian bertugas nanti, apakah melanjutkan pendidikan atau pengabdian. Tetap berkontribusi pada Muhammadiyah dan jangan lupa untuk tetap memegang prinsip UMY, yaitu cerdas intelektual dan cerdas secara moral atau unggul dan Islami,” ungkapnya. (mrg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3 + four =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>